Catatan Kritis Atas Draft RUU Pemilu Moch Nurhasim Peneliti LIPI

Draft RUU Pemilu dari Komisi II DPR RI diberikan catatan kritis oleh Peneliti LIPI Moch Nurhasim. Beberapa point catatan kritis peneliti ini diantaranya :

Dampak dari putusan MK NO 55/PUU/ 

  • Arah RUU Pemilu menjadi abu-abu karena banyak alternatif pilihan (6 model)
  • Varian 1 pemisahan pemilu serentak : nasional dan daerah
  • Varian 2 pemisahan pemilu nasional, kemudian pemilu daerah tingkat provinsi, kemudian pemilu daerah tingkat kota/ kabupaten
  • Seperti pisau bermata ganda karena tafsirnya dikembalikan kepada pembuat UU à mana yang paling menguntungkan bagi parpol
  • Jangan sampai pilihan model pemilu menjadi tawar menawar bagi parpol (parpol besar ke parpol kecil, dan sebaliknya)

Arah RUU Pemilu

  • Seperti model pemilu 2019 : ada di pasal peralihan pasal 730 berlaku seperti UU No 7 tahun 2017 kecuali 3 aspek (sistem pemilu, besaran dapil, ambang batas parlemen)
  • Dugaannya adalah test case bahwa dengan perubahan sistem pemilu, kompleksitas sistem pemilu diatasi dengan sistem pemilu tertutup
  • Pilkada 2022 dan 2023 diselenggarakan dengan format 2015, 2017 dan 2018
  • Kemungkinan apabila penyelenggaraan pemilu 2024 sukses dengan hanya mengubah sistem proporsional tertutup, belum tentu pada 2029 pembuat UU mau merubah ke pemilu nasional-daerah

Konsekwensi Desain Pemilu pada RUU Pemilu 

  • RUU yg terdiri dari 741 pasal ini baru dapat dijadikan sebagai dasar pemilu pertama pada pemilu daerah di 2027, dan pemilu nasional di 2029
    • Problemnya : apakah pemilu daerah dapat diselenggarakan sebelum pemilu nasional/ daerah terpisah dilakukan (Putusan MK No 55) : pemilu nasional dulu baru pemilu daerah
  • Opsi yang kontradiktif soal berlaku / tdknya UU No 7 2017 dan UU Pilkada krn sebelum 2027 masih ada pilkada 2022, 2023 dan 2025 (tdk dilaksanakan)
  • Ada kemungkinan vacuum of power bagi daerah yang masa baktinya habis pada 2025 – vacum selama 2 tahun sampai 2027

Isu Krusial Pemilu Legislatif

  • Perubahan desain keserentakan pemilu perlu kajian yang lebih komprehensif, karena desain keserentakan pemilu 2019 tidak menjawab problem utama pemilu di era reformasi – tidak bisa memperbaiki demokrasi elektoral, hasilnya sama dengan pemilu yang dipisah, penyederhanaan partai tdk terjadi, dan penguatan sistem presidensial tidak terjadi
  • Perubahan sistem pemilu dari terbuka ke tertutup tidak disertai dengan syarat yang jelas utk menjaga kualitas kandidasi di internal partai menjadi ajang oligarki yang akut dan kekuatan personal di dalam partai politik. Ada 2 model
    • Election terbatas : melibatkan beberapa orang utk rekrutmen kandidat
    • Selection (langsung dipilih) orang2 kuat di parpol
  • PT yang besar 7 % bisa memicu konflik kepentingan sebagai syarat agar formula keserentakan dan desain keserentakan pemilu yg ingin diuji coba oleh parpol dominan diparlemen sebagai proses tawar menawar pasal
  • Alternatifnya ambang batas sama dengan pemilu 2019 : 4% dengan distric magnitude 3-8 akan ada hidden PT karena partai minimal dapat kursi jika mendapatkan suara 8,3%
  • Penerapan presiden threshold sama dengan pemilu 2019 tetap akan menciptakan polarisasi politik dan politik head to head
  • Syarat PT perlu diubah agar calon kandidat di putaran awal bisa mencappai 3-4 capres
    • Sistem pilpres indonesia menganut mayoritas mutlak (50%+1) = 2 putaran
    • Jangan dipaksakan menjadi plurality seperti pilpres 2014 dan 2019
    • Agar presiden terpilih mendapat legitimasi yang kuat
    • Opsi ambang batas pencalonan presiden antara 10-15 % dan batas maksimal pencalonan 30% (menghindari calon tunggal)

Isu Krusial Perubahan Sistem Pemilu Daerah

  • Syarat parpol yang mengusung gubernur / bupati/ walikota, syaratnya seperti presiden threshold (Pasal 192-198)
  • Syarat parpol menjadi peserta pemilu DPRD : verifikasi ulang peserta

Materi Presentasi Nurhasim, LIPI dapat di download disini Download

 

About Dody Wijaya

Peminat Kajian Kepemiluan dan Pegiat Pemilu, Tinggal di Jakarta Selatan

Check Also

Energi Panas Bumi Bikin Sumut Berseri

Malam itu usai salat magrib, terdengar suara renyah tawa anak-anak dari sebuah ruangan. Sekelompok anak …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.