Energi Panas Bumi Bikin Sumut Berseri

Malam itu usai salat magrib, terdengar suara renyah tawa anak-anak dari sebuah ruangan. Sekelompok anak berusia 10 tahunan itu sedang asyik belajar sambil sesekali diselingi canda. Di tengah mereka ada seorang kakak asuh yang menemani, Virly.

Virly bersama kawan-kawannya mendirikan yayasan yang berkhidmat di bidang panti asuhan, pembinaan moral remaja, serta santunan pendidikan yatim piatu dan duafa. Ia mengenang kisahnya pada 2013-2018 silam, harus sering menyalakan genset saat mengajar anak-anak yang tak mampu secara ekonomi untuk belajar di malam hari.

Sehari bisa sampai 3 kali padam listrik dengan durasi padam 3 jam. Kalau dalam sehari hanya padam sekali, biasanya bisa sampai 7-8 jam padamnya. Dalam seminggu bisa 3 sampai 4 hari mati listrik”, ungkap Virly.

Terbayang betapa repotnya harus menyalakan genset di malam hari. Sementara biaya bensin yang dibutuhkan untuk genset tersebut sekitar 150 ribu per hari. Anak-anak asuh yayasan di Jalan Dr. Mansyur, Kecamatan Medan Sunggal Kota Medan jadi kesulitan belajar. Malam hari yang seharusnya digunakan untuk bimbingan belajar gratis, seringkali tak bisa berjalan maksimal. Banyak anak binaannya mengeluh susah belajar bila listrik padam saat malam hari. Akibatnya PR seringkali tak sempat dikerjakan. Anak-anak sekolah harus bangun lebih pagi untuk mengerjakan tugas.

Sejak setahun lalu, Virly mengaku listrik di daerahnya sudah jarang padam. Yayasan yang dikelolanya bisa lebih berkembang. Anak-anak asuhnya bahkan dapat merasakan manfaat bisa belajar sampai malam tanpa khawatir “mati lampu” mendadak.

2019 menjadi kisah baru dalam kehidupan warga Sumut. Termasuk Virly, ia telah memuseumkan gensetnya. Listrik di Medan hanya sesekali padam karena trafo meledak atau gardu korslet. Anak-anak sekolah jadi lebih rajin belajar. Semua itu berkat kehadiran PLTP Sorik Marapi.

PLTP Sorik Marapi Jadi Solusi

PLTP Sorik Merapi dibangun untuk mengatasi krisis energi listrik yang pernah terjadi di Sumut. Merujuk data “Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional 2019-2038,” proyeksi kebutuhan energi listrik di Sumut tumbuh rata-rata sekitar 7,7% per tahun dalam 10 tahun ke depan. Untuk itu diperlukan tambahan pembangkit rata-rata sekitar 328 MW per tahun. Bila kenaikan ini tidak diimbangi dengan kenaikan daya dari pembangkit yang ada, maka akan terus terjadi krisis pasokan listrik.

Krisis listrik juga dapat disebabkan karena pembangkit dalam masa pemeliharaan dan molornya proyek pembangunan pembangkit listrik. Seperti yang pernah terjadi pada tahun 2014, beban puncak mencapai 1.655 MW, sementara daya ketersediaan listrik hanya 1.376 MW. Terjadilah defisit 279 MW.

Beruntungnya, Kementerian ESDM tidak membiarkan masalah itu berlarut-larut. PLTP (Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi) Sorik Merapi dengan kapasitas 55 MW, menjadi salah satu solusi dari krisis pasokan listrik tersebut. Sumut yang dulu redup, perlahan mulai benderang. Rasio elektrifikasi kini mencapai 99 persen.

Energi panas bumi adalah pilihan strategis sebagai sumber pembangkit listrik dikarenakan bisa menjadi alternatif dalam mengantisipasi ketidakpastian pasokan BBM berbahan fosil untuk pembangkit listrik.

PLTP Sorik Marapi yang dibangun sejak 2017 ini disebut sebagai pembangunan pembangkit panas bumi berdurasi tercepat. Pembangkit ini dibangun di atas Gunung Sorik Marapi dengan keterbatasan infrastruktur di Kabupaten Mandailing Natal. Sorik Merapi merupakan gunung berapi yang masih aktif dengan ketinggian mencapai 2145 meter. Gunung ini terakhir aktif pada tahun 1986. Suhu solfatras yang mencapai 200-250o C dihubungkan dengan endapan belerang yang mengelilingi danau kawah.

Pembangkit listrik bersumber energi hijau sudah seharusnya menjadi andalan Indonesia dalam transformasi dari energi fosil yang kian menipis. Capaian kapasitas pembangkit listrik energi baru dan terbarukan (EBT) khususnya dari tenaga panas bumi, menurut catatan Kementerian ESDM, terus meningkat. Tambahan kapasitas pembangkit listrik EBT di tahun 2019 sebesar 376 MW mayoritas berasal dari PLTP sebesar 182 MW, salah satunya dari PLTP Sorik Marapi.

Peluang Indonesia Wujudkan Penghasil Energi Panas Bumi Terbesar Dunia

Potensi energi panas bumi di Indonesia mencapai 28 Giga Watt electrical adalah yang terbesar di dunia. Hal ini sangat erat dengan posisi Indonesia di peta tektonik dunia. Indonesia terletak di pertemuan tiga lempeng aktif yang memungkinkan panas bumi ditransfer ke permukaan melalui sistem rekahan. Posisi strategis ini menjadikan Indonesia negara paling kaya dengan energi panas bumi (hidrotermal) yang tersebar di sepanjang busur vulkanik.

Indonesia memiliki 331 potensi lokasi panas bumi yang tersebar dari Sabang sampai Merauke dari Miangas sampai Pulau Rote. Berlimpah ruahnya titik panas bumi ini memperkuat besarnya peluang panas bumi di negeri kita. Namun sayangnya, pemanfaatannya baru 11 persen.

Ke depan, penting bagi kita untuk terus mendorong pertumbuhan energi hijau di Indonesia. Mimpi Indonesia 2025 mewujudkan 23 persen energi berkelanjutan, dalam komposisi energi nasional harus didukung semua anak bangsa. Sembari terus bekerja keras untuk menjadi penghasil energi listrik tenaga panas bumi terbesar di dunia.

Energi panas bumi Sorik Marapi, sebuah aksi nyata energi untuk negeri, bikin Sumut berseri.

***

Oleh: Dody WijayaPenulis dan Blogger.

Artikel ini diikutsertakan dalam Lomba Karya Tulis Jurnalistik “Energi Untuk Indonesia” Tahun 2020 untuk Kategori Blogger, yang diselenggarakan Kementerian ESDM.

About Dody Wijaya

Peminat Kajian Kepemiluan dan Pegiat Pemilu, Tinggal di Jakarta Selatan

Check Also

Buku Penanganan Perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU)

Buku Penanganan Perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Tahun 2019 dalam Angka yang diterbitkan oleh …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.